Rabu, 05 September 2012
Ruang Kebebasan Bagi Remaja, Seperti apa sich ???
Membesarkan anak memang memerlukan kiat tersendiri, terutama menghadapi fase remaja anak anda. Semua hal yang kita lakukan untuknya pasti berakibat timbulnya pertengkaran.
Maklum, remaja merasa dirinya cukup besar untuk mengurus diri, sebuah kesadaran akibat merasa tengah menjadi seorang dewasa.
Menjalani hari-harinya, remaja memang lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan yang disenanginya. Biarkan saja jika memang tidak merusak tubuhnya dan membawanya kedalam kesesatan dunia.
Beri arahan kepadanya untuk mengikuti salah satu ekstra kulikuler (ekskul) yang memang tersedia di sekolahan, hal ini jauh lebih baik daripada hobinya terumbar tanpa arahan yang pasti.
Penyaluran hobi belakangan ini lebih banyak tersedia pilihan. Mulai yang berkaitan dengan keterampilan seperti bidang pertanian, wirausaha, atau jurnalisme.
Biarkan minatnya mengarahkan dan menjadi alasan utama anak untuk memilih, tak mengapa jika anak anda belum memiliki hobi yang konsisten alias berubah-ubah.
Hobi merupakan kegiatan menghabiskan hari yang dilakukan atas kesadaran menyenangkan diri, sehingga tak perlu khawatir apabil anak anda memiliki lebih dari satu hobi.
Penting untuk mempertimbangkan keadaan fisik, beban kegiatan sekolah, dan kemampuan diri.
Aktif di 5 ekskul mungkin tidak akan dilarang. Tapi apakah mungkin untuk aktif dalam ke-5nya dengan komitmen yang sama?
Orangtua yang memilihkan ekskul untuk anaknya sesungguhnya berada dalam posisi yang riskan.
Pilihan yang tidak diambil sendiri oleh anak cenderung kurang dijunjung tanggungjawabnya.
Ketika ada beban yang menuntut anak untuk menanggung ia akan mudah lari mencari pembenaran dan berkata, "yang memilih 'kan bukan saya. Wajar dong kalau saya tidak suka dan tidak antusias dalam mengikuti kegiatannya".
Membiarkan anak untuk memilih, bukan berarti anda membuat keputusan pasrah dan berserah kepada anak. Selain mendidiknya rasa tanggung jawab, sebagai orangtua bukan berarti melepaskan diri dan mempercayai anak anda serta ekskul yang digeluti.
Dekati guru pembimbing eskul dan mintalah laporan perkembangan anak anda. Dengan demikian anda mampu menjadi dewa pelindungnya tanpa harus mencampuri kehidupannya.
Karena remaja paling tidak suka apabila orangtua turut rembug menghabiskan harinya bersama teman-teman, terlebih jika anda menanyakan sikap anak anda kepada teman-temannya.
Selain jawabannya pasti yang baik-baik dan bagus, teman umumnya memberikan kilah untuk melindunginya. (perempuan.com)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar